KITA CERITA LEWAT KATA
Tentang sebuah kata CINTA
Bagaimana jika kamu
terlahir dari dua insan yang tidak saling mencintai namun mereka mencintaimu
lebih dari apapun?
Bagaimana jika kamu
selama ini hidup bersama dua insan yang bertemu karena merasa senasib namun
mereka tidak pernah melakukan hal romantis layaknya sepasang kekasih?
Dan apakah sebenarnya
cinta itu?
Mereka bertemu dengan
mengucap janji sehidup semati, namun kenyataannya tak ada kata yang menenangkan
selama mereka bersama.
Mereka seperti hidup
tapi tak hidup, membangun rumah tapi tak berpenghuni, memberi ruang tapi tidak
untuk saling bicara.
Mereka hidup seperti itu
selama ini, karena mereka hanya memikirkan dirimu. Namun tidak berfikir bahwa
hidup mereka yang sebenarnya hancur, juga berdampak pada pertumbuhanmu.
Mereka mampu mengorbankan
apapun untuk dirimu, namun mereka lupa bagaimana mereka pun harus menyayangi
diri mereka sendiri.
Bagaimana jika kamu
menjadi sosok yang takut bertanya “Kenapa?’ dengan menyaksikan jawaban yang
akan kamu dengar membuatmu berfikir lebih jauh. Kamu tidak tahu bagaimana
mereka menjawab tapi kamu takut untuk mendengarnya.
Kamu menjadi buah yang
hanya menunggu tanpa menerima jawaban dan kemudian hilang tak berbekas tanpa
penyelesaian.
Lalu bagaimana kamu
hidup selama ini?
Bagaimana perasaanmu
yang sudah sejak dini menerima kejutan dari dua insan yang sangat mencintaimu
tapi mereka lupa tentang dirinya sendiri?
Kamu pun akan bertanya
dan terus bertanya hanya dalam pikiranmu, menebak kira-kira apa yang terjadi
dan lupa sebenarnya kamu berhak untuk mendapatkan jawaban dan kamu berkewajiban
untuk bertanya.
Namun kamu tumbuh
menjadi buah yang sulit untuk berbicara terlalu banyak. Terlalu mempertimbangkan
sesuatu dan kemungkinan kamu akan kehilangan banyak hal dalam hidupmu.
Kamu seharusnya
menyadari, bahwa sikap ketidakpedulianmu itu akan berdampak pada generasimu
nanti. Bagaimana kamu akan menjawabnya?
Kamu mungkin tidak bisa
membuat dua insan itu seperti harapanmu. Saling mencintai, memiliki kehidupan
romantis bak raja dan ratu. Tidak mungkin.
Hal terakhir yang bisa
kamu lakukan jadilah buah yang dapat menyelamatkan mereka, berdoa untuk
kebahagiaan mereka, dibukakan lagi hati mereka untuk saling mengasihani diri
sendiri. Doa adalah senjata paling ampuh.
Dalam kehidupanmu cukup
pelik, kamu yang sudah menjadi buah tangguh harus pandai memilih, pilih semua
yang baik untuk diterapkan buang kenangan menyakitkan untuk jadi pelajaran.
Kamu pasti paham. Kamu sudah
terlalu banyak melihat dan mendengar. Jangan bosan.
Semua akan berakhir dan
semoga akhir yang baik.
#KitaCeritaLewatKata
Komentar
Posting Komentar