Throwback
Jadi semalam aku
mendapatkan sebuah kabar dari seorang yang dulu pernah aku cari, karena
mendengar kabar buruk tentang keluarganya. Malam itu ternyata ia menghubungiku
karena telah mendengar bahwa ayahku sudah tidak ada. Beliau mengetahuinya
setelah bertemu seorang tetangga yang dulu pernah sama-sama tinggal di pasar. Hal
yang menyakitkan, meski tidak diceritakan secara rinci, suaminya dan ia sudah
bercerai. Mereka bercerai dengan alasan suaminya berselingkuh dengan seorang
kenalan di fb. Kenalannya ini berasal dari pulau seberang (NTB) dan usianya
masih muda seumuran/sedikit dibawah anaknya yang kedua, berkisar umur 21 tahun.
Bahkan anaknya adalah temanku saat bersekolah, ibunya ini menceritakan bahwa
temanku ini diusir oleh bapaknya sendiri dan bapaknya pun mengatakan bahwa
temanku ini bukan anaknya lagi. Untuk seluruh harta yang dipunya pun diambil
semua oleh suaminya ini. Sehingga saat ini beliau dan anaknya tinggal menyewa
di kabupaten x dan tidak tinggal lagi di kabupaten yang saat ini aku tinggali. Ternyata
suaminya pun menguasai kontrakan yang saat itu dibangun oleh keduanya. Saat ini
suaminya dan istri barunya tinggal di kontrakan tersebut.
Aku pun menanyakan
kabar temanku ini melalui ibunya, namun jawaban ibunya adalah nanti akan
diceritakan semua tentang temanku ini dan tidak perlu beri tahu apapun dengan
temanku ini. Aku pun menjadi penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dengan
temanku ini? Karena yang aku tahu dia adalah seorang yang sangat jenius saat
kami sama-sama dibangku SMP. Ia pun diterima di Universitas ternama di
Indonesia dengan beasiswa. Diikuti pula dengan adiknya sekarang dan telah
menempuh semester 4.
Setiap orang pasti
punya cerita hidupnya masing-masing. Bahkan Allah pun memberikan sebuah
skenario kehidupan untuk setiap hambaNya yang mampu melewati hal tersebut. Tentu
pasti apa yang kita jalani saat ini dan terasa sangat berat bagi kita, tapi
Allah sendiri yakin kita mampu. Maka kita harus meyakini apapun bentuk dan kejadian
yang kita alami kita mampu melewati walaupun hingga berdarah-darah dan ingin
menyerah. Oleh sebab itu, kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap takdir
yang mungkin tidak kita sukai. Percayalah
apa yang kita inginkan, Allah selalu berikan apa yang kita butuhkan. Meskipun sakit
dan melelahkan semata-mata untuk mendapatkan ridhoNya dan menjadi kuat untuk
menghadapi takdir-takdir yang tidak akan bisa kita duga.
Aku pun kadang merasa
sangat sedih ketika menyadari bahwa bapakku sendiri pun telah tiada. Seperti mimpi,
namun nyata. Kadang menangis kadang tertawa. Tapi saat ini aku kuat karena
masih ada Ibu dan Allah yang bersamaku. Aku pun tak pantas mengeluh karena
lagi-lagi masih banyak yang tidak seberuntung aku, bisa bersama bapak hingga
usia 23 tahun. Bapak, anakmu kuat. Doakan dari sana ya, supaya bisa
membanggakan Engkau dan tidak mempermalukan Engkau, menjadi anak yang Engkau
inginkan.
Setiap pertemuan selalu
ada perpisahan dan setiap kesusahan selalu bersama kemudahan.
Komentar
Posting Komentar