Al Quran dan hujan sore ini
Rain
Apakabar?
Setiap sore hari kau selalu datang membawa kabar dan ketenangan.
Semoga ketakutanku tidak pernah terjadi. Semoga kabarmu memberikan sebuah ketenangan.
Siapa yang tidak pernah merasakan kegelisahan? Setiap orang pasti akan mengalaminya.
Termasuk aku hari ini, aku menuliskannya untuk berbagi.
Ada masalah yang membuat hatiku tertekan, seakan ia terus menekanku sehingga aku takut dan susah bernafas. Rasanya tidak enak sekali.
Aku mendapatkan kabar baik dan kabar buruk. Alhamdulillah mendapatkan sebuah kabar luar biasa bagiku setelah berkali kali ditolak dan saat ini mengobati luka lama, aku diberikan izin untuk mendapatkannya, menikmatinya dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, namun disaat yang sama aku mendapatkan kabar buruk, mungkin karena kelalaian dan kesalahanku juga enam bulan terakhir.
Kabar ini membuatku berfikir dan terus takut, ketakutan terus muncul dan aku semakin tertekan. Kabar ini yang mengancam kabar baik tadi terlepaskan dariku.
Jika Allah mengizinkan semoga kabar buruk ini akan kuperbaiki. Aku takut kehilangan, namun jika nanti benar hilang. Aku ingin keikhlasan hatiku menerimanya. Aku hanya takut mengecewakan orang terpenting dalam hidupku.
Sebelum mendapatkannya, aku berkali kali menemui jalan terjal dan sering terhalang, dihalangi rasa takut dan beresiko terus menerus.
Aku selalu takut. Sebenarnya semua adalah titipan aku tak harus takut. Tapi ini beneran naluri seorang manusia lemah yang takut kehilangan.
Semua menjadi hambar, aku dipenuhi ketakutan.
Namun, sore ini aku mendapatkan sebuah jalan. Allah menunjukkan jalan, ada seorang teman dia selalu ceria terlihat senang tanpa masalah. Ketika kutanya dia menjawab "Aku seperti ini hanya di depan manusia"
Aku tak perlu berfikir lama, aku sudah paham maksudnya. Kalimat singkat itu mengubah ketakutanku.
Kulanjutkan bertanya sekali lagi dia menjawab "ada yang ngga, dan itu ada posisinya"
Aku menyadari sesuatu. Aku terdiam sejenak. Aku sangat paham dengan kalimat ini. Dan aku menyadari sesuatu, ada hal yang selama ini tak pernah kusadari. Ini adalah suatu kebiasaan yang baik dan pelajaran bagiku.
Kalian tahu bukan, kita punya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia yang tahu segalanya dan memilih terbaik untuk kita.
Ya Allah...
Segala ketakutanku akan sedikit berkurang, mungkin akan kuperjelas. Dan apapun yang Kau titipkan padaku akan kembali lagi padaMu. Akan hanya mampu berusaha sebaik mungkin memanfaatkannya.
Aku tak perlu takut, dan cemas. Dengan soal waktu semua akan terjawab. Dan aku tak perlu memikirkan terlalu jauh soal itu.
Aku merusak pikiran dan hatiku tertekan.
Dan yang membuatku nyaman dan tenang seketika adalah, aku menghafal surat An Naba' , bukan masalah menghafalnya namun, ketika gelisah itu datang maka datanglah untuk membaca Al Qur'an, karena melalui kitab ini Allah menurunkan rasa tenang dan nyaman.
Allah selalu punya cara menurunkan hidayahnya pada umatnya.
Aku bersyukur cepat disadarkan. Sehingga aku mulai berani mengangkat rasa takutku dan mencoba menghilangkan pikiran2 yang belum pasti terjadi ini.
Allah tahu sebatas mana kemampuan umatnya, hingga Dia berikanku dua cobaan sekaligus. Kabar baik dan kabar buruk tadi.
Aku menyadari bahwa sesungguhnya tak perlu terlihat kasihan didepan manusia, meminta dan menangislah hanya didepan Allah.
Semangattt!!!
Hafalan menunggu, rutin dhuha dan tahajud.
Banyakin sedekah, dan bermanfaat bagi orang lain. Allahu Akbar !
29 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar