Kembali Ke Masa Lalu (1)

 


bisakah aku mengulang? membalikkan waktu? mendapati aku di masa lalu? bersama beliau yang kini telah tiada~

tangisku benar-benar pecah saat semua telah usai. orang-orang telah pergi hingga kesunyian yang menemani. aku sangat ingat saat-saat terakhir kali ia menghembuskan nafasnya. tanpa berita tanpa aba-aba. aku benar-benar seperti kosong dan hampa. tahuku semua orang berdatangan. menangis dan mengatakan 'sabar ya, semoga bapakmu tenang' 

***

aku sangat ingat, waktu itu usiaku 5 atau 6 tahun. bapak mengajakku ke kota Bengkulu untuk pertama kalinya. saat itu aku dan beliau hanya berdua saja yang pergi. saat itu kami mengantarkan beras ke rumah saudara. aku tidak ingat pasti apa yang sudah kami bicarakan sepanjang jalan. dalam ingatanmu aku bersamanya dan menikmati perjalanan berdua saja. 

setelah aku dewasa dan beliau tiada, aku menyadari satu hal dan bersyukur jika ingatan itu masih ada. meski sedikit ingatan itu memberikan kesan yang saat berarti bagi anak perempuan kecilnya, dan menjadikan kekuatan tanpa dirinya. 

***

saat aku pindah sekolah dan kembali lagi ke Lebong, saat itu aku naik kelas 4 sd. bersekolah di sd center yang saat itu menjadi sd terbaik ditempatku. aku diantar bersama adikku yang saat itu kelas 3 sd. bapak yang mengantarkan kami ke sekolah, selama satu minggu sebelum kami benar-benar dilepas dan berangkat sekolah sendiri. 

jika aku tahu saat dewasa begitu cepat Dia ambil engkau, mungkin  saja saat malam terakhir itu aku lebih banyak berbicara, tawa mu yang terkesan begitu lepas. tak pula menyadarkan ku bahwa itu adalah yang terakhir kalinya. apakah engkau menyadari aku sangat lemah pak? bahkan untuk hal-hal sepele saja aku selalu minta tolong padamu, dan kini aku harus melakukannya sendiri. saat ini seakan aku harus menjadi kuat sepertimu. tak berkata untuk mengeluh dalam hal apapun. apakah itu yang secara tidak sadar engkau ajarkan padaku dalam diam mu? 

***

setiap hari saat aku pergi dan pulang dari kegiatan diluar, aku selalu menemuimu. entah saat itu sedang asik merumput, memberikan makan ayam, bebek, itik atau sekedear duduk dan menghisap batangan rokok. 

namun kini waktu telah mengubah banyak hal. saat aku pulang tak kudapati seseorang pun. ibu pasti sedang mengerjakan pekerjaan yang harusnya engkau kerjakan. rumah menjadi sepi. hembusan nafas yang selalu terdengar begitu luas. aku juga sesak. setiap kali ingat. bahkan dengan sendirinya air mata keluar tanpa aba-aba. aku benci menangis. 

manusia itu... akan merasakan sepi setelah kehilangan.... jangan berlarut katanya, tapi ingatan terlalu sulit untuk dilupakan begitu saja...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GenBI Goes to TBC Edisi Spesial GenBI Charity

Throwback

Coretanku