STORY OF 235 (2)

 (Lanjutan)....

Kebetulan yang selanjutnya adalah Efrizal, ia kelak terpilih sebagai kordes yang paling baik seKKN paling bisa ngerti teman-temannya dan mau mendengarkan. Ternyata ia berteman dengan salah satu teman sekelas ku di prodi pendidikan matematika. Sedikit banyak aku juga bertanya pada teman sekelasku bagaimana karakter ijal. Aku kadang penasaran jadi setiap orang baru harus ku ketahui terlebih dahulu. Awalnya pertemuan dengan Ijal tidak memberikan kesan yang baik. Mungkin karena ekpresinya yang datar dan sedikit menyebalkan. Namun kelak, ia yang akan banyak berkorban selama KKN.

Andini teman seKKN ku, diawal bahwa temanku yang satu prodi dengan Andini sudah menitipkan Andini padaku. Waktu itu aku melihat Andini sebagai perempuan gaul dan stylish, namun kelak kita tahu bagaimana wajah asli seorang Andini yang memberikan banyak pelajaran bagaimana menjadi diri sendiri. Percaya terhadap diri sendiri, orang yang paling santai dalam hidupnya. Namun redup setelah tragedi di KKN terjadi. Mungkin menjadi kisah suram yang kami jalani.

Komaria. Pertama bertemu aku agak takut sih dengan kokom. Lebih ke kata segan. Sama halnya dengan Zia. Mereka berdua terlihat diam dan dalam sekali mengamati. Mungkin karena belum kenal. Kelak kokom akan ikut bersamaku pulang kerumah. Dia orang yang humble dan juga menyenangkan. Apalagi ia sempat ikut aku survey ke daerah yang menjadi lokasi TNT 1000Guru Bengkulu. Kemudian Zia, ia juga kelak yang sering aku ajak keluar sekedar jajan ke dimsum atau ke KFC. Teman sesampingan tidur, paling aneh paling pemberani. Dia tidak mudah terpengaruh dan selalu percaya diri. Kata-katanya selau pedas pecinta drakor akut.

Ada bang Teo, ternyata dia adalah kakak tingkat temanku di teknik mesin. Jadi aku sempat tanya-tanya bagaimana karakter bang Teo. Beliau senior yang cukup menakutkan saat bertemu. Kelak ia menjadi abang yang menjengkelkan, dan kami tidak takut lagi dengannya. Abang calo asli, ia lihai dalam jual-beli hp motor. Kelak juga hp nya selalu ganti tiap bulan. Canggih memang.

Terakhir Irham. Anak hukum dengan wawasan luas. Paling normal diantara cowok lainnya. Postor tinggi dan putih, siapa sangka banyak disukai para tetangga KKN sebelah. Ia juga pintar dalam merangkai kata, memilah diksi untuk menggombal bersama kak Mido. Kelak kita akan tahu bagaimana karakter asli mereka semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GenBI Goes to TBC Edisi Spesial GenBI Charity

Throwback

Coretanku