Trigger? Aku bagikan salah satunya
Assalamualaikum.
Sudah lama ya, ga nulis di blog ini. Gimana kabar hati? Eh, diri sendiri? Beberapa hari lalu sepertinya lagi gangguan psikis ya, wkwk karena ada hal yang membuat down banget sampe bisa ngilang beberapa hari. Merenungkan dan akhirnya nangis dibalik bantal. Terus ketawa sendiri. Nangis lagi. Eh ketawa lagi dan nangis lagi.
Okay, psikisnya terganggu. Antara kaget dan ga percaya, antara ingin semua baik baik saja atau pengen bilang aku sedang ga baik :(
Begitulah rasanya.
Beberapa hari tiba-tiba menghilang itu dibuat sadar akan sesuatu. Semua ini terjadi pasti ada hikmahnya. Ga boleh merasa diri paling terkasihani terus pengen dicari dan ditanyain, kamu gimana keadaannya? Lagi lagi semua beradu pendapat dalam diri sendiri.
Aku gagal guys. Nangis. Tiba tiba keluar ruangan langsung cepet cepet keparkiran untuk pulang ke kosan. Mata udah sembab. Ga mikir apa apa lagi. Pokoknya mau pulang. Ga mau ketemu siapa-siapa. Pengennya sendiri. Sampe kosan langsung tiduran sambil sesekali keinget kejadian beberapa jam lalu, nangis lagi. Tiba tiba ketawa, malah nagis lagi.
Dalam diri bilang "udah gapapa, kuat pasti bisa kok melaluinya" terus yang lain bilang "nangis aja udah lama ga nangiskan, kesempatan untuk bisa nangis" lah aku cuma nangis terus ketawa.
Akhirnya semua berlalu begitu saja. Sebenernya gapapa sih tapi yang jadi kenangan itu adalah rasa malunya. Kalo dipikir-pikir 'udah biasa aja' bahkan ada yang lebih dari ini. Tapi aku mengapresiasi diriku sendiri yang sudah bertahan dengan tidak mengambil lajur yang salah. Berusaha untuk mempositifkan pikiran meski sedang kacau. Berusaha ga apa apa didepan orang lain. Terus ketawa gitu aja saat ada temen. Meski hati ga sanggup ketawa sebenernya.
Tapi aku hanya yakin semua rencana Nya lebih indah dari semua target yang sudah kurencanakan matang-matang.
Ada beberapa teman yang penasaran apa yang terjadi hari itu, mungkin beberapa lain sudah bertanya dengan teman lainnya. Ada yang bertanya langsung, aku sih gapapa ya. Terlepas hanya pada penasaran, ingin tahu, atau peduli bukan urusanku. Tugasku ada menjawab pertanyaan mereka yang memang sudah kupersiapkan. Kenapa? Biarkan aku yang merasakannya, tidak usah mereka. Karena rasanya itu sakit tak berdarah. Biarkan mereka belajar dari kegagalanku. Memperbaiki punya mereka, agar meminimalkan kesalahan yang terjadi.
Jadi apa sih Trigger itu? Kalo bahasa inggris sih artinya dipicu ya, terpicu. Arti gaulnya zaman sekarang, hal yang membangkitkan. Dari sebuah pengalaman yang dirasa tidak enak namun mampu membalikkan menjafi energi positif. Aku jadi tahu rasanya beberapa teman yang duluan gagal. Aku malah banyak belajar juga. Bersyukur karena pernah merasakannya. Pengalaman dari pengalaman sendiri itu sangat berharga.
Down, kaget, syok itu wajar dan manusiawi. Tapi berlarut didalamnya kurasa itu bukan hal yang patut ditiru. Jujur saja, ini adaah trigger yang kualami disemester delapan. Saat sedang berjuang untuk skripsi. Agar dapat gelar. Mungkin setelah ini aku sudah siap dengan kegagalan ku yang lain yang membangkitkan dan menuju sebuah pencapaian luar biasa nantinya.
Masih ingat? Dulu waktu semester 3 nilai ku anjok ip dibawah 3 dan ga bisa full sks. Ketika yang lain mengambil mata kuliah tersebut aku libur dikosan :D sedih malu, tapi semua sudah berlalu....
Jiwa yang pernah patah, ia akan kebal dengan luka. Bangkit dengan semangat berlipat ganda.
Sukses bukan berarti mulus tanpa kerikil, namun bumbu menuju sukses adalah kerikil kecil yang membuat tergelincir agar memahami makna sebuah pengharapan.
Yah, mungkin itu aja sih.
Buat aku, makin rajin nulis ya! Hehe
Wassalamualaikum reader^^
Komentar
Posting Komentar