STORY OF 235

Bagian I Cerita 235 Kenapa 235? Kalau dipikir ini adalah angka prima yang kurang dari enam ya, siapa sangka angka ini membawa aku ke sebuah cerita yang akan kuabadikan selama hidupku. Ya, ini adalah kelompok yang secara acak ditentukan oleh aplikasi digital yang mempertemukan aku dengan sembilan sosok manusia unik dan asing. Mereka adalah calon partner dua bulan ku berada disebuah desa untuk Kuliah Kerja Nyata (Kadang N ini bisa dipelesetkan jadi Nyantai, Nikah, dll terserah deh mau dibuat istilah apalagi) Sebelumnya, KKN ini adalah matakuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahaiswa perguruan tinggi di kota ku. Sebagai syarat menuju jenjang yang lebih serius, yaitu skripsi. KKN salah satu syarat wisuda. Aku bingung mulai dari mana, tapi ini akan aku cerita menurut sudut pandangku saja. Kisah itu bermula saat aplikasi KKN mempertemukan aku dan mereka. Dalam satu kelompok maksimal sepuluh orang anggota. Dalam kelompokku terdapat enam cewek dan empat cowok. Pertemuan pertama disepakati disebuah danau di kampusku,danau inspirasi. Kelak pertemuan pertama ini akan memulai mempertemukan aku dan mereka dipertemuan selanjutnya yang tak terduga, Saat itu aku dan salah satu temanku, ternyata aku dan dia satu organisasi penerima beasiswa yang kebetulan di hari itu aku dan dia mendapatkan jadwal piket taman. Namanya adalah Imah. Ada satu rahasia yang ini menjadi sebuah kebetulan kebetulan yang mempertemukan aku dan imah. Sebelum bertemu sesama penerima beasiswa, ternyata aku dan imah pernah bertemu sebelumnya. Waktu pertama bertemu disaat aku mengantarkan hp temanku yang ketinggalan ke gedung tempat imah kuliah. Akhirnya aku dan imah saling menyimpan nomer tanpa bersapa kembali. Aku tau imah, imah tau aku. Ya hanya sebatas itu. Bertemu di organisasi penerima beasiswa, aku dan imah hanya saling senyum, dan sapa hai. Tanpa ada obrolan panjang. Akhirnya aku dan imah dipertemukan dalam satu kelompok yang membuat aku dan imah bisa dekat dan akrab satu sama lain karena kebetulan-kebetulan yang tak terduga. Bisikku, ini adalah sebuah takdir Allah. Sebelumnya aku sempat merasa, kenapa harus KKN? Aku seperti tidak nyaman setelah mengetahui desa mana yang akan menjadi tempat pengabdian. Lagi-lagi aku terbawa rasa cemas, takut, kesal dan tidak nyaman. Kemudian ada hal lain yang Allah berikan, yaitu sebuah kebetulan yang akan membuatku merubah pandangan. Aku akan bertemu orang-orang baik dalam kelompokku, mereka akan memberikan inspirasi dan pandangan yang berbeda sehingga aku pun merasa aman dan mulai membiasakan menerima kenyataan. Hal kedua yaitu kebetulan yang sangat kebetulan. Bertemu dengan teman kecil? Ya, dunia ini sangat sempit. Namanya Mido, beliau kakak tingkat diteknik. Ternyata dia ini pernah tinggal di desa yang sama denganku waktu kecil. Ibunya adalah guru ngajiku saat ini, ya meskipun aku kadang bolong-bolong ngajinya, hari ini ngaji besok tidak, dua hari ngaji, tiga hari tidak, eh taunya aku harus ngulang dari awal terus alias bacaanku tidak ada kemajuan. Akhirnya dalam kelompokku ini ada yang aku kenal, aku semakin percaya akan ada kebetulan lain yang menyapa. Ada satu teman, yang dia tidak pernah aku ajak bicara tapi sering bertemu disetiap agenda. Namanya Pimi, meskipun tidak satu organisasi, namun setiap agenda besar dalam organisasi tersebut aku dan Pimi sering bertemu. Akhirnya kebetulan itu menjawabku. Aku punya tiga teman yang aku kenal. Aku berucap syukur karena dipertemukan dengan mereka yang aku kenali sebelumnya. Bagaimana dengan yang lain? Mereka akan membawa ku ke bagian cerita yang lebih menarik lagi. Satu per satu ku kenali bagaimana karakternya. Mereka akan masuk dalam cerita selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GenBI Goes to TBC Edisi Spesial GenBI Charity

Throwback

Coretanku